Skip to main content

Bukan Karena ku Lemah

Berkali-kali mencoba bersyukur dengan nikmat yang telah Kau beri berkali-kali itu pula aku menahan kepiluan hati yang teramat sedih..
ya Allah kenapa engkau kirimkan aku ke tempat ini, tempat yang jauh dari kedua orang tuaku tersayang, dari ketiga abang aku yang selalu manjain aku, dari kakak-kakak aku yang selalu ada buat aku.. mereka yang ku sayang, kenapa Kau beri jarak kepada aku dan mereka..
Hampir 3 tahun aku tinggal di asrama bersama
sahabat-sahabatku bukan dengan keluargaku, aku kuat menjalani hidupku di pesantren kala itu, di sebuah asrama sederhana merangkai cerita bersama sahabat-sahabatku tersayang.. tapi sekarang kenapa Kau kirim lagi ke tempat yang lebih jauh dari sebelumnya??? Aku tau Rahasia Allah itu indah, aku harusnya bisa lebih bersabar menanti hadiah terindah dibungkus cobaan, pengorbanan dan keikhlasan hati yang akan datang dalam kehidupanku ini.. tapi aku hanyalah anak perempuan biasa yang terlalu lemah menahan tangis dan aku menangis bukan karena aku lemah tapi aku sudah sangat merindukan kehangatan keluarga, kasih sayang seorang ibu yang benar-benar bisa aku rasakan.
Ya Rabb,, izinkan aku bisa merasakan kehangatan kasih sayang mereka dirumahku, aku ingin pulang dan kumpul bersama-sama lagi.. Diusiaku yang hampir 19 tahun ini, aku telah menghabiskan hidup selama 3 tahun bersama teman juga sahabatku di pesantren dan sekarang aku harus menghabiskan 3 tahun lagi di kota yang jauh dari rumahku..
seandainya waktu bisa diputar kembali, aku ingin menghabiskan masa-masa sekolah dasar dan sekolah menengahku dengan mengukir senyum kepada kedua orang tuaku, kepada abang aku juga kakak ku…
Kesedihanku adalah ketika mengingat malam terakhir setiap liburan, aku selalu melihat mama yang tertidur pulas disampingku, bagiku malam itu malam terakhir kali aku bisa tidur disamping mama karena malam selanjutnya aku hanya bisa tidur sendiri dikamarku..
ingin rasanya setiap hari bisa memandang wajah mama mungkin akan cukup bahkan lebih dari cukup menghilangkan lelahku. Tapi aku bersyukur mama memberikan jilbab yang mungkin biasa aja bagi orang lain namun buatku itu jilbab luar biasa yang bikin aku bisa bertahan disini. Mama bilang jilbab itu mama kasih supaya ilal tetep ngerasa deket sama mama dan suatu saat bisa gantiin posisi mama :’)
“mah, ilal janji akan jaga jilbab itu sampai ilal balik lagi kerumah”


Comments

Popular posts from this blog

Co2

VELODROME! :)

Menikmati hari-hari kala berdua dirumah dengan gadis kecilku adalah hal yang sangat menyenangkan, rasanya aku kembali hidup dari rutinas rutin. Sore itu, Mobilku melaju lambat. Aku menikmati setiap perjalanan dari rumahku ke tempat ini. Rasanya banyak sekali ingatan-ingatan kecil yang muncul. Sesekali, aku melihat gadis kecil disebelahku. Ya gadis yang selalu mengikuti setiap langkahku di hampir 4 tahun belakangan ini. Siapa lagi kalau bukan Aurora :) Gadis kecilku yang juga menyukai kerudung hanya karna ingin sama denganku. Rasanya waktu begitu cepat, dan sudah sebanyak itu aku belajar untuk jadi lebih baik di setiap detik bersamanya. Melihat dirinya, membuatku memutar kembali memori. Yap 3 tahun sudah aku resign dari pekerjaanku, memulainya dengan banyak kegiatan, menemani tumbuh kembangnya, mencoba belajar fashion design, bahasa dan ya senang rasanya bisa menyelesaikan sim A dengan baik. Aurora tumbuh, aku pun begitu. Walau tawaran pekerjaan itu masih datang dari atasanku di Kemente...