Skip to main content

Berhenti

Berhenti...Ku mohon berhentilah menghubungiku, bukankah aku tak sedikit pun mengusik hidupmu dengannya? Ku biarkan kau berlalu bersamanya. Jadi pergilah, tak perlu lagi melihatku disini. Biarkan aku menata hati ini kembali untuk seorang yang benar-benar layak untuk kubahagiakan. Jelas bukan denganmu. Aku bisa saja menghapus hadirmu dibeberapa media yang ada. Tapi tak ku lakukan bukan karna aku tak sanggup menghapusmu tapi aku sadar aku bukan lagi anak remaja yang labil.

Aku ingin kau tau, tanpamu tak merubah apapun dariku. Lihatlah aku, bahkan aku sanggup melihatmu bersamanya.Kau tak perlu tinggi hati, perasaanku memang pernah begitu dalam padamu tapi tingkahmu dan waktu yang mengubah keadaan ini. Keadaan dimana aku benar-benar tak ingin tahu tentangmu..

Berhenti menungguku pulang...Kalaupun aku pulang itu bukan untukmu. Walau hanya sekejap, aku benar-benar tak ingin melihatmu. Kau hanya menghalangi masa depanku. Jika bisa ku memilih, ingin ku pilih laki-laki yang bisa menjagaku darimu. Ah kau itu mengganggu hidupku, kau paham!

Comments

Popular posts from this blog

Co2

VELODROME! :)

Menikmati hari-hari kala berdua dirumah dengan gadis kecilku adalah hal yang sangat menyenangkan, rasanya aku kembali hidup dari rutinas rutin. Sore itu, Mobilku melaju lambat. Aku menikmati setiap perjalanan dari rumahku ke tempat ini. Rasanya banyak sekali ingatan-ingatan kecil yang muncul. Sesekali, aku melihat gadis kecil disebelahku. Ya gadis yang selalu mengikuti setiap langkahku di hampir 4 tahun belakangan ini. Siapa lagi kalau bukan Aurora :) Gadis kecilku yang juga menyukai kerudung hanya karna ingin sama denganku. Rasanya waktu begitu cepat, dan sudah sebanyak itu aku belajar untuk jadi lebih baik di setiap detik bersamanya. Melihat dirinya, membuatku memutar kembali memori. Yap 3 tahun sudah aku resign dari pekerjaanku, memulainya dengan banyak kegiatan, menemani tumbuh kembangnya, mencoba belajar fashion design, bahasa dan ya senang rasanya bisa menyelesaikan sim A dengan baik. Aurora tumbuh, aku pun begitu. Walau tawaran pekerjaan itu masih datang dari atasanku di Kemente...