Skip to main content

Rindu Kemarin

14 Menit 3 detik
Ada panggilan masuk dilayar hp-ku. Tak ku kenal nomornya, sengaja kau gunakan nomermu yang lain karna kau pasti tau bahwa aku tak akan mengangkat panggilan darimu.
Nada suaramu tenang sekali. Menanyakan kabarku dan apakah aku masih marah denganmu. 
Aku gugup dan sempat tak percaya itu suaramu. Berkali-kali dengan gugupnya aku bertanya apa benar itu kau? Meyakinkan diriku.
Ah lama sekali tak mendengarnya, sampai aku lupa suaranya.
Tuhan, inikah jawaban rinduku.
Kau menyampaikan doaku dengan sempurna.
Aku rindu, benar-benar rindu kemudian suara itu melepaskanku dari kerinduan kemarin.....
Kamu tenang dan lembut mengucapkan tiap kalimat sedang aku dengan sangat gugup menjawabnya sehingga kau perlu berulang kali menanyakan kembali perkataanku.
Aku merasa tak bisa lagi berbicara keras seperti dulu kepadamu.
Dulu akulah orang yang sangat pemarah dengan segala ulah yang kau buat, semenjak kepergianmu aku mulai belajar banyak hal. Memikirkan hal baik apa yang seharusnya aku lakukan nanti ketika aku menjalin hubungan dengan siapapun jodohku.
Bagiku, kamu seperti sihir untukku di 14 menit itu.
Akan ku ingat jelas kata terakhir yang kau ucap sebelum aku mengucapkan salam kepadamu.
Saat itu aku tersenyum dan buru-buru menutup telfon darimu.
......
9 menit 48 detik.
Kembali kau menelfon ku kali kedua, beberapa menit setelah salam penutup dariku.
Alasanmu kau masih ingin menanyakan banyak hal dariku, mulai dari rencanaku setelah lulus, tentang keluargamu juga kuliah dan pekerjaanmu sampai lelaki mana saja yang mendekatiku terakhir kau berpesan bahwa aku jangan meladeni mereka. Boleh aku tebak? Bahwa saat itu kau masih rindu denganku.
Ternyata kita sama, saling merindu di satu waktu. Apa ini sebuah kebetulan lagi? Mungkin dan semoga.
Hari ini cukup bagiku, terima kasih semoga nanti akan ada kerinduan yang hadir kembali untukmu.
(Dengan dijawabnya doaku untuk kerinduan kemarin, ternyata Tuhan belum mengizinkanku tuk berhenti bercerita tentangmu)


Bandung, 5 September 2015

Comments

Popular posts from this blog

Co2

VELODROME! :)

Menikmati hari-hari kala berdua dirumah dengan gadis kecilku adalah hal yang sangat menyenangkan, rasanya aku kembali hidup dari rutinas rutin. Sore itu, Mobilku melaju lambat. Aku menikmati setiap perjalanan dari rumahku ke tempat ini. Rasanya banyak sekali ingatan-ingatan kecil yang muncul. Sesekali, aku melihat gadis kecil disebelahku. Ya gadis yang selalu mengikuti setiap langkahku di hampir 4 tahun belakangan ini. Siapa lagi kalau bukan Aurora :) Gadis kecilku yang juga menyukai kerudung hanya karna ingin sama denganku. Rasanya waktu begitu cepat, dan sudah sebanyak itu aku belajar untuk jadi lebih baik di setiap detik bersamanya. Melihat dirinya, membuatku memutar kembali memori. Yap 3 tahun sudah aku resign dari pekerjaanku, memulainya dengan banyak kegiatan, menemani tumbuh kembangnya, mencoba belajar fashion design, bahasa dan ya senang rasanya bisa menyelesaikan sim A dengan baik. Aurora tumbuh, aku pun begitu. Walau tawaran pekerjaan itu masih datang dari atasanku di Kemente...