Skip to main content

Semoga Aku Benar

Satu lagi, ada yang menghubungiku dan dia disini. Malam ini, di Bandung.
Nadanya seolah tak pernah terjadi apapun antara aku dengannya. Tak pernah ada perdebatan, tak pernah ada amarah, dan tak pernah ada rindu yang mendalam.
Semoga kali ini aku benar, benar untuk tak menemuinya lagi. Cukup desember yang menjadi akhir rasaku. Sudah cukup aku tak mau jatuh lagi dan lagi karna rasaku..
Malam ini, jarak kita mungkin dekat hanya beberapa meter saja. Tapi perlu kau tahu, hati kita sudah benar-benar jauh. Segalanya percuma, pertemuan kita hanya akan meninggalkan luka dan kenangan yang semakin dalam. Kali ini, biarkan aku menyelamatkan hatiku yang entah sudah berapa lama ku abaikan karna mencintaimu.
Semoga, aku benar. Benar untuk tak lagi menemuimu. Selamanya, aku tanpamu.
Aku baik-baik saja.

22:31 WIB 
Kosan, 10 Februari 2016

Comments

Popular posts from this blog

Co2

VELODROME! :)

Menikmati hari-hari kala berdua dirumah dengan gadis kecilku adalah hal yang sangat menyenangkan, rasanya aku kembali hidup dari rutinas rutin. Sore itu, Mobilku melaju lambat. Aku menikmati setiap perjalanan dari rumahku ke tempat ini. Rasanya banyak sekali ingatan-ingatan kecil yang muncul. Sesekali, aku melihat gadis kecil disebelahku. Ya gadis yang selalu mengikuti setiap langkahku di hampir 4 tahun belakangan ini. Siapa lagi kalau bukan Aurora :) Gadis kecilku yang juga menyukai kerudung hanya karna ingin sama denganku. Rasanya waktu begitu cepat, dan sudah sebanyak itu aku belajar untuk jadi lebih baik di setiap detik bersamanya. Melihat dirinya, membuatku memutar kembali memori. Yap 3 tahun sudah aku resign dari pekerjaanku, memulainya dengan banyak kegiatan, menemani tumbuh kembangnya, mencoba belajar fashion design, bahasa dan ya senang rasanya bisa menyelesaikan sim A dengan baik. Aurora tumbuh, aku pun begitu. Walau tawaran pekerjaan itu masih datang dari atasanku di Kemente...