3 tahun sudah berlalu, setelah pernikahan itu semua fase kehidupanku berubah drastis. Ternyata dari semua pekerjaan yang pernah aku jalani selama ini belum ada apa-apanya, karena yang tersulit adalah menjadi seorang Ibu. Pekerjaan yang tidak pernah selesai dan butuh kesabaran yang luas :)
Merelakan segala yang aku punya hanya untuk Aurora, sangat luar biasa rasanya :)
Menjadi teman mainnya,
Menjadi sahabatnya untuk mendengarkan semua cerita-ceritanya
Semoga usiaku panjang untuk terus menemani langkahnya
***
Siang itu seperti biasa Aurora tidur siang sesuai jadwalnya, lalu hp ku berdering. Ada pesan masuk dari teman SMP ku. Setelah mengucap salam ia menanyakan kabar setelah itu..
“Hilal masih stay di rumah? Ga kangen mau kerja kantoran?” Katanya
Aku jadi ingat 2 minggu sebelumnya atasanku menanyakan padaku “Mba Hilal gamau kerja lagi disini?”
Kedua pertanyaan yang serupa.
Karena pertanyaan itulah, aku jadi mengingat kembali moment yang pernah aku jalani. Aku ingat waktu omsetku hampir tembus 3 digit perbulan aku malah memutuskan untuk bekerja di kementerian ingin memastikan ilmu ku bermanfaat. Lalu Allah kabulkan. Belum satu tahun bekerja ternyata Allah pertemukan dengan suami. Sering aku berpikir, mungkin Allah mudahkan langkahku untuk bertemu dengannya. Lalu sekarang setelah bersama, aku kembali seperti sebelumnya (yang di rumah dengan bisnisnya). Dari perjalanan panjang itu yang paling aku ingat adalah ketika beberapa temanku di putus kontraknya oleh Pak Dirjen. Rasanya sedih bukan main, lucunya aku pernah mau resign karena ga ada temen-temen dekat lagi :’) benar kata suami aku bekerja untuk cari temen.
Entah kenapa bagiku rezeki berupa materi bisa selalu diusahakan dan akan selalu datang kepada pemiliknya. Seperti ketika Allah kirimkan padaku suami yang royal dan sholeh. apa mungkin semua ini datang dari usahaku yang selalu royal ke orang tua?
Comments