Ia masih saja terlihat memantau. Jejaknya kadang muncul di Instagram, kadang di GetContact milikku.
Sebenarnya aku jarang membuka GetContact, kecuali kalau ingin memastikan nomor asing, biasanya karena ada penipuan atau hal-hal sejenis. Tapi belum lama ini, entah kenapa aku iseng, lihat siapa saja yang membuka profilku.
Suamiku termasuk yang sering muncul. Suami ku memang selalu memastikan aku baik-baik saja, di mana pun aku berada, termasuk dalam relasiku dengan orang lain. Aku membaca satu per satu hashtag nama ku yang muncul. Tidak ada yang aneh… sampai aku berhenti pada satu penamaan: “My Lady.”
Deg.
Itu jelas bukan panggilan dari suamiku. Bukan juga nama yang tersimpan di ponselnya.
Lalu aku teringat sesuatu yang sudah sangat lama. Dulu, bertahun-tahun lalu, itu adalah nama kontakku di ponselnya. Ia pernah memberiku lagu “She’s Gone” milik Steelheart saat dulu aku marah padanya. Nama itu pernah ada dalam sebuah cerita yang kini sudah jauh.
Kenapa bisa muncul lagi?
Sekilas terlintas pikiran-pikiran yang tidak perlu. Apa mungkin karena penamaan itu, jadi sumber pertengkarannya dengan perempuan yang waktu itu menghubungiku? Apa itu jadi sebab perempuannya mencari tahu tentangku dan lalu mengirim DM padaku?
Tapi semoga aku salah. Karena aku bukan lagi bagian dari siapa pun di sana. Aku tidak lagi tinggal di cerita itu.
Yang kusadari sekarang, mungkin memang ada closure yang tidak pernah benar-benar tuntas. Seperti jejak emosionalnya yang tidak hilang begitu saja.
Aku benar-benar sedang belajar memaknai hidup. Setidaknya, aku ingin selalu memperlakukan siapa pun dengan baik. Ada satu kutipan film yang selalu kuingat:
Tak ada orang yang datang untuk selamanya. Pada akhirnya kita akan melupakan dan merelakan. Sampai saat itu tiba, perlakukan dan sambutlah ia dengan hangat.
Dulu aku pernah menyambut seseorang dengan begitu hangat. Sekarang, kehangatan itu semua aku simpan hanya untuk pasangan yang saat ini bersamaku.
Comments