Skip to main content

Uninvited DM

Hampir enam tahun menikah, tapi namanya masih saja muncul di Instagramku. Padahal semua akses sudah kututup. Aku tidak lagi berteman dengannya di semua sosial media. Tapi tetap, kerap kali ia muncul di DM Instagram, membalas update story ku, padahal kami tidak lagi saling follow. Seperti memastikan aku baik-baik saja tanpanya. Sejak itu, aku mulai jarang sekali update story, ingin membatasi komunikasi yang tidak perlu.


Aku jadi ingat, siang itu tiba-tiba ada DM dari seorang perempuan.


"Kaaa, boleh minta nomor WA nya?"


Perempuan yang ngga aku kenal sama sekali. Percakapan pun panjang, dan akhirnya perempuan itu memperkenalkan diri… dia adalah perempuannya.


"Kaa, ketemuan yuukk. Aku mau cerita banyak banget. Di cafe deket-deket rumah kakak aja ketemunya. Kaka rumahnya dimana?"


Aku masih ingat detik itu. Aku mengerutkan kening, hati kecilku bilang, "Mana mungkin aku ketemu orang yang ngga aku kenal sebelumnya. Dan apalagi, itu adalah perempuannya. Aku tidak lagi ada di masa lalu. Masa laluku sudah selesai bertahun-tahun yang lalu.”


Aku menolak pertemuan itu. Percakapan di DM siang itu terus berlanjut. Perempuan itu bilang, masih ada fotoku di ponselnya. Aku pun tidak tahu foto yang dimaksud, karena seingatku, dulu aku jarang sekali foto di ponselnya, kecuali candid yang sengaja ia ambil.


Katanya ia pernah cerita tentangku. Itulah kenapa perempuan itu tahu namaku. Lalu yang membuatku tersentak adalah saat perempuan itu menanyakan satu hal tentang sikapnya padaku:


"Ka, pernah dikasarin ngga?"


Aku jawab, selama mengenalnya, ngga pernah ia kasar padaku.


"Pernah dipukul ngga, Ka?"


"Ngga pernah sama sekali. Kenapa?" jawabku datar.


"Aku pernah ribut di mobil, terus dipukul dan diturunin di tengah jalan, padahal waktu itu jam 10 malam di tol arah Bogor. Aku cuma bisa nangis."


Jujur, aku kaget banget.


Aku bertanya, “Kamu balas?”


"Iya, aku pukul-pukul dia, terus aku dipukul balik."


Aku semakin bingung. Apa perempuan ini ingin sedang membandingkan hubungannya dengan hubunganku dulu? Perlakuannya padanya dengan perlakuannya padaku? Entahlah.


Aku menahan diri untuk mengetik lebih jauh, karena sejujurnya aku jarang sekali bertengkar. Sepemahamanku, laki-laki tidak untuk dilawan. Satu-satunya kelemahan laki-laki ya hanya kelembutan. Tidak ada yang lain.


Keesokan harinya, perempuan itu masih DM, menanyakan hubunganku yang dulu. Bagaimana dan seperti apa alasan berakhirnya. Aku jawab singkat: aku tidak lagi ingat, jadi bisa ditanyakan langsung sama dia ya. Kataku


Terakhir, perempuan itu bilang, jangan ceritakan hal ini padanya. Aku jawab iya, walau sebenarnya ia masih saja mencoba menghubungiku, tidak hanya lewat DM Instagram, tapi juga lewat chat Shopee Official milik bisnisku. Aku tidak tahu kapan ia mulai mengikuti akun official shop-ku. Tapi akhirnya sudah kublokir.


Aku bisa saja bilang ke dia, bahwa perempuannya saat ini menghubungiku. Tapi aku tidak melakukannya, karena tidak ingin memperkeruh hubungan mereka.


Termasuk saat perempuan itu mulai mem-follow akun Instagram ku. Aku memilih untuk tidak mengikuti balik. Satu-satunya cara terbaik yang bisa kulakukan adalah dengan tidak merespons keduanya..

Comments

Popular posts from this blog

Co2

VELODROME! :)

Menikmati hari-hari kala berdua dirumah dengan gadis kecilku adalah hal yang sangat menyenangkan, rasanya aku kembali hidup dari rutinas rutin. Sore itu, Mobilku melaju lambat. Aku menikmati setiap perjalanan dari rumahku ke tempat ini. Rasanya banyak sekali ingatan-ingatan kecil yang muncul. Sesekali, aku melihat gadis kecil disebelahku. Ya gadis yang selalu mengikuti setiap langkahku di hampir 4 tahun belakangan ini. Siapa lagi kalau bukan Aurora :) Gadis kecilku yang juga menyukai kerudung hanya karna ingin sama denganku. Rasanya waktu begitu cepat, dan sudah sebanyak itu aku belajar untuk jadi lebih baik di setiap detik bersamanya. Melihat dirinya, membuatku memutar kembali memori. Yap 3 tahun sudah aku resign dari pekerjaanku, memulainya dengan banyak kegiatan, menemani tumbuh kembangnya, mencoba belajar fashion design, bahasa dan ya senang rasanya bisa menyelesaikan sim A dengan baik. Aurora tumbuh, aku pun begitu. Walau tawaran pekerjaan itu masih datang dari atasanku di Kemente...