Skip to main content

Posts

VELODROME! :)

Menikmati hari-hari kala berdua dirumah dengan gadis kecilku adalah hal yang sangat menyenangkan, rasanya aku kembali hidup dari rutinas rutin. Sore itu, Mobilku melaju lambat. Aku menikmati setiap perjalanan dari rumahku ke tempat ini. Rasanya banyak sekali ingatan-ingatan kecil yang muncul. Sesekali, aku melihat gadis kecil disebelahku. Ya gadis yang selalu mengikuti setiap langkahku di hampir 4 tahun belakangan ini. Siapa lagi kalau bukan Aurora :) Gadis kecilku yang juga menyukai kerudung hanya karna ingin sama denganku. Rasanya waktu begitu cepat, dan sudah sebanyak itu aku belajar untuk jadi lebih baik di setiap detik bersamanya. Melihat dirinya, membuatku memutar kembali memori. Yap 3 tahun sudah aku resign dari pekerjaanku, memulainya dengan banyak kegiatan, menemani tumbuh kembangnya, mencoba belajar fashion design, bahasa dan ya senang rasanya bisa menyelesaikan sim A dengan baik. Aurora tumbuh, aku pun begitu. Walau tawaran pekerjaan itu masih datang dari atasanku di Kemente...

Made in USA - Demi Lovato

I’m obsessed with this video when I was 20, omg.   And now, i still listening this beautiful song :)

Proses :)

3 tahun sudah berlalu, setelah pernikahan itu semua fase kehidupanku berubah drastis. Ternyata dari semua pekerjaan yang pernah aku jalani selama ini belum ada apa-apanya, karena yang tersulit adalah menjadi seorang Ibu. Pekerjaan yang tidak pernah selesai dan butuh kesabaran yang luas :) Merelakan segala yang aku punya hanya untuk Aurora, sangat luar biasa rasanya :) Menjadi teman mainnya, Menjadi sahabatnya untuk mendengarkan semua cerita-ceritanya Semoga usiaku panjang untuk terus menemani langkahnya *** Siang itu seperti biasa Aurora tidur siang sesuai jadwalnya, lalu hp ku berdering. Ada pesan masuk dari teman SMP ku. Setelah mengucap salam ia menanyakan kabar setelah itu.. “Hilal masih stay di rumah? Ga kangen mau kerja kantoran?” Katanya Aku jadi ingat 2 minggu sebelumnya atasanku menanyakan padaku “Mba Hilal gamau kerja lagi disini?”  Kedua pertanyaan yang serupa.  Karena pertanyaan itulah, aku jadi mengingat kembali moment yang pernah aku jalani. Aku ingat waktu omset...

Menulis Kembali

Kembali lagi setelah sekian lama cuti menulis hihi, akhir-akhir ini lagi suka banget dengerin lagu Kunto Aji yang judulnya Saudade. Sambil baca-baca cerita lama di blog ini wahh lumayan jadi flashback bedanya sekarang bacanya sambil senyum-senyum karena masa-masa itu sudah terlewat. Bismillah semoga kedepan bisa tulis cerita lainnya supaya banyak hal lain yang bisa aku kenang disini 💙

Merayakan

Februari mungkin menjadi bulan paling menyakitkan untuknya. Di bulan kelahirannya, aku merayakan janji sehidup sesurga bersama laki-laki pilihan Allah. Maaf aku tak mengundangmu, tak pernah lagi mengabarkan tentang diriku yang sudah baik-baik saja disini. Semoga kau pun begitu. Maaf seperti yang juga ku sampaikan kepada Ibu mu, dan kakak mu. Saat tiba-tiba ada pesan dari Ibu mu untuk ku. "Neng, ibu dengar Hilal mau nikah ya? Moga hilal baik baik aja dan bahagia bersama keluarga".  "Iya Mah InsyaAllah awal februari, Makasih Mah. Maaf selama ini hilal banyak salah sama mama, dan keluarga 🙏🏻" jawabku. Atau saat tiba-tiba ada juga DM di akun instagram ku "Aaahhh hilaall..kirain kamu bakal jadi adik aku.. selamat ya hilal..semoga lancar yaa besok acaranya..Semoga jadi pasangan yg sakinah mawaddah warohmah yaa lal. Mamah kayanya bener-bener ngarepin kamu lal.. Ya semoga ini yg terbaik buat kamu dan dia bisa cpt dapet jodoh jg yaa ..  Sekali lg slamat yaaa..Pengen ...

Menyayangimu :)

Semakin hari semakin menyayanginya. Begitulah yang sedang ku rasa saat ini. sebelum ia datang ke hidupku, aku pernah berkata dalam doa; Tuhan, aku ingin menyayangi seseorang dengan cara yang baik, maka, saat Engkau mengizinkan aku jatuh cinta, ajari aku untuk mencintainya dalam perasaan yang utuh, luarbiasakan aku agar terus mampu membahagiakannya meski hanya dengan cara-cara yang sederhana. Kemudian datanglah hari itu, hari dimana aku mampu menyayangi seseorang lagi dengan perasaan yang utuh. Pria yang mengajarkan banyak hal baik dalam hidupku. Dan tentu satu-satunya pria yang dengan sukarela menerima segala kurangku lengkap dengan cerita masa laluku tanpa pernah menanyakan bagaimana perasaan aku di masa yang lalu. Pelan tapi pasti, luka di hatiku nyaris sembuh tanpa bekas. Olehnya aku sangat berterima kasih dan jika aku memiliki satu waktu yang tepat untuk bersyukur, maka, inilah waktunya. Aku sangat bersyukur bertemu dengannya. Betapa aku sangat bangga padanya. Namanya s...